Sabtu, 04 April 2015

Peristiwa yang terjadi pada hari sabtu tepatnya pukul 8.00 WIB tadi malam, menjadi perbincangan masyarakat. Meskipun di sebagian daerah Jakarta tidak dapat melihat peristiwa gerhana "merah darah" tersebut dikarenakan hujan dari sore yang menyebabkan mendung pada malam harinya. Namun di sebagian tempat di daerah Indonesia yang lain warga masih melihat dengan jelas peristiwa gerhana bulan tersebut. 
Bahkan di daerah yang lain warga ada yang melaksanakan Sholat gerhana, saat gerhana bulan muncul. Seperti halnya di sebuah pesantren modern didaerah Jawa Timur yang memang mengharuskan santrinya untuk melaksanakan sholat sunnah tersebut. "Bukan karena paksaan tetapi dikarenakan gerhana bulan tidak muncul setiap hari". Begitulah yang dikatakan salah satu Ustadz di pesantren modern itu. 
Tetapi yang masih menjadi perbincangan masyarakat saat ini adalah, mengapa gerhana bulan yang tadi malam terlihat tampat berwarna kemerahan seperti warna darah ? Dari mana warna merah darah tersebut berasal ? Seperti dilansir dari Liputan Enam news online, seorang Kepala Lembaga Antariksa dan Penerbangan bernama Thomas Djamaludin berkata agar masyarakat Indonesia tidak terpengaruh oleh cerita mitos yang ada. 
Bahkan beliau menambahkan bahwa gerhana bulan yang berwarna merah tersebut di sebabkan oleh pembiasan cahaya matahari yang tertutup oleh bulan dan membuat bulan tampak berwarna kemerahan.